Isu Negatif Kerap Kali Muncul di Pemilu dan Pemilihan Serentak 2024!
|
Mentawai – Pemilihan umum (Pemilu) dan pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang berlangsung serentak pada tahun 2024 menjadi momentum besar bagi demokrasi Indonesia. Namun, di balik gegap gempita pelaksanaan pesta demokrasi ini, berbagai isu negatif kerap muncul dan mengancam integritas pemilu. Fenomena ini bukan hal baru dalam politik Indonesia, di mana praktik-praktik curang dan tidak etis sering kali ditemukan di berbagai tahap pemilihan.
Untuk menghadapi maraknya isu negatif dan penyebaran informasi yang tidak benar selama Pemilihan Serentak 2024, Bawaslu Kabupaten Kepulauan Mentawai mengadakan Rapat Kelompok Kerja (Pokja) bersama para stakeholder pada 05 Oktober 2024. Rapat ini bertujuan memperkuat sinergi antara pihak-pihak terkait dalam menangani isu-isu negatif, termasuk hoaks, yang dapat mempengaruhi integritasi Pemilihan serentak 2024.
Rapat Pokja ini dipimpin oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Kepulauan Mentawai , Perius. Dalam sambutannya, menekankan pentingnya kerjasama dalam menangkal dampak negatif dari isu-isu negatif dan kampanye hitam yang berpotensi menimbulkan konflik.
“Kami di Bawaslu sangat serius dalam menangani isu-isu negatif yang sering muncul selama pemilihan serentak. Kampanye hitam dan hoaks tidak hanya merusak citra calon, tetapi juga bisa mengganggu stabilitas dan kredibilitas proses penyelenggaraan pemilihan di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Oleh karena itu, melalui rapat ini, kami berupaya memperkuat kolaborasi dengan semua pihak untuk memastikan langkah-langkah pencegahan yang efektif,” ujar.
Sementara itu Kordiv HP2H menambahkan sekaligus memantik diskusi bahwa salah satu fokus Bawaslu adalah mencegah informasi isu-isu yang dapat menyebar dengan cepat di tengah masyarakat.
"Kami akan meningkatkan pengawasan terhadap penyebaran hoaks dan informasi negatif selama penyelenggarakan pemilihan dengan membentuk tim fasilitasi SIBER. Melalui Tim SIBER dan kerjasama dengan stakeholder, kami yakin bisa meminimalkan dampak buruk dan menjaga agar pemilihan berlangsung dengan kondusif," tambahnya.
Rapat ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai instansi terkait. Dalam diskusi, disepakati bahwa strategi pencegahan isu negatif harus melibatkan pendekatan kolaboratif yang intensif, serta peningkatan literasi media bagi masyarakat agar mampu menyaring informasi yang benar.
Penulis dan foto : Humas